Taman Baru
Tepatnya pada pukul 15.00 WIB, Hana
dan teman- teman-temannya lagi sibuk
searching informasi mengenai Universitas di Indonesia. Maklumlah kelas XII.
Semuanya bingung memilih Universitas apa yang sesuai dengan kemampuan
masing-masing.
Hana bersama seorang temannya,
Seryn, meninggalkan kelas dan duduk menghadap taman kelas yang luasnya berkisar
8 m2.
“
Lah, bunga yang ini seharusnya begini ” kata Hana sambil merapikan letak pot yang
berisi bunga melati agar sejajar dengan pot bunga di sampingnya.
“
Yang itu juga Han! ” pinta Seryn menunjuk kearah bunga yang ada di belakang
Hana.
Tiba - tiba Ibu Kepala Sekolah
menghampiri keduanya. Ibu Kepala Sekolah sangat menyukai yang namanya bunga. Terserah
mau bunga apapun itu.
“
Hana, sebaiknya kalian tanam banyak bunga di taman ini, Ibu kira taman ini
kurang indahya” seru Ibu Kepala Sekolah.
Hana
dan Seryn saling berpandanagan,hmmm, mereka malas kalau menanam bunga, ditambah
lagi dengan terik matahari yang menyengat badan.
“Aduh
bu, tapi kami tidak tahu bagaimana caranya menanam bunga, kami khawatir
bunganya malah mati, bu” kata Hana, mengelak ajakan Ibu Kepala Sekolah.
“Ya
kamu tinggal cangkul tanahnya, lalu kamu tanam dan terakhir disiram,selesai” kata
Ibu Kepala Sekolah dengan jelas.
“Benar
bu, tapi kami tidak bisa mencangkul, bu” kata Seryn berusaha mengelak ajakan Ibu Kepala
Sekolah.
“Payah
kamu, yaudah biar Ibu mencangkul tanahnya, kalian ambilkan cangkul di ruang KLH
(Kebersihan Lingkungan Hidup) Sekolah ya ” kata Ibu Kepala Sekolah.
“Baiklah
bu,” jawab Hana dan Seryn serentak.
(Di perjalanan menuju ruang KLH)
“Hahaa…”
tiba-tiba Seryn tertawa.
“Kamu
kenapa Seryn?” tanya Hana heran.
“Awalnya
kecil berdampak besar” jawab Seryn
“Maksudnya?
” tanya Hana semakin heran.
“Itu
loo, awalnya kan kamu hanya ingin merapikan pot-pot bunga itu, eh malah disuruh
nanam
bunga” timpal Seryn meledek.
“
Yeee, gak apa-apa juga lagi” kata Hana cemberut.
“Hahaahaa,
Hana…Hana…” kata Seryn.
“Tapi
Ser, aku malas juga disuruh nanam bunga
L panas-panas begini.” Kata Hana
mengalah.
“Yaudah
deeh, terima aja, semua ka nada hikmahnya lagiii” kata Seryn mencoba
menenangkan Hana.
Setelah keduanya keluar dari ruang
KLH, mereka pun menuju ke taman dan menemui Ibu Kepala Sekolah yang terlihat
sibuk memperhatikan taman yang mungkin kurang indah menurut beliau. Hana dan
Seryn melihat banyak bunga yang masih ditanam di dalam polybag.
“Mungkin
bunga-bunga itulah yang akan kita tanam, kan Han?” timpal Seryn.
“Yaa,,
mungkin saja Ser” balas Hana cuek.
(Di taman sekolah)
Sekarang, Hana & Seryn berada
dihadapan Ibu Kepala Sekolah, Seryn menyerahkan cangkul yang ia ambil dari
ruang KLH tersebut. Dengan segera, Ibu Kepala Sekolah mulai mencangkul. Hana
& Seryn memperhatikan Ibu Kepala Sekolah dengan antusias dan takjub. Mereka
terkejut melihat Ibu Kepala Sekolah yang ternyata sanagtlah kuat.
(Sepuluh menit berlangsung)
“Hana! Seryn! kalian keluarkan
bunga-bunga itu dari polybagnya ya?” pinta Ibu Kepala Sekolah memecah
keheningan.
“Owh, baik bu” jawab Hana dengan
nada terkejut.
Semua bunga berhasil dikeluarkan
dari polybagnya masing-masing, Hana & Seryn menanam bunga-bunga tersebut ke
masing-masing lubang yang telah dicangkul oleh Ibu Kepala Sekolah. Ibu Kepala
Sekolah meninggalkan Hana & Seryn dan menuju kantor Kepala Sekolah.
Dengan hati-hati, Seryn memasukkan bagian akar bunga ke dalam
lubang dan segera mengokohkannya dengan gemburan tanah. Dengan perlahan Seryn
menepuk-nepuk tanah tersebut agar semakin kokoh, kemudian Seryn menyiram bunga
tersebut. Begitu juga yang dilakukan oleh Hana.
Dalam waktu kurang lebih 20 menit,
Hana dan Seryn berhasil menanam seluruh bunga mawar yang terlihat amat indah
menghiasi taman tersebut. Hana & Seryn merasa senang melihat bunga-bunga
mawar merah yang menyejukkan hati itu.
“Ternyata, menanam bunga itu sangat
sangat menyenangkan ya, Han J” kata Seryn dengan senyum manis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar